Wednesday, December 18, 2013

Bareskrim Selidiki Kasus Perdagangan Manusia ke Malaysia

Bareskrim Selidiki Kasus Perdagangan Manusia ke Malaysia
Penanganan kasus tersebut berdasarkan adanya surat yang dilayangkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Penang, Malaysia belum lama ini kepada Kementerian Luar Negeri dan Kapolri tentang perdagangan orang atas nama Romana de Yesus (14) asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Sebetulnya usia Romana masih 14 tahun tetapi dipalsukan menjadi 22 tahun," ungkap Kombes Pol Agung Yudha, Kepala Sub Direktorat III Direktorat Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri, Rabu (18/12/2013).
Romana diberangkatkan ke Malaysia lewat seorang agen di Indonesia melalui pelabuhan Batam pada Maret 2013. Kemudian diterima seorang agen di Malaysia bernama MAM. Kemudian MAM mempekerjakan Romana sebagai pembantu rumah tangga bernama Oo Ah Hong warga negara Cina di Malaysia.
"Selama dipekerjakan ia sering dipukuli dan dimarahi," ucap Agung.
Kemudian MAM pun mengambil Romana dan dipekerjakan ke agen-agen yang lain tanpa diberi gaji. MAM kemudian mempekerjakan Romana kepada seorang warga Malaysia bernama Siti Aisyah. "Ia merasa cocok dengan majikannya, tetapi diambil lagi oleh MAM," katanya.
Romana pun kembali merasa tertekan, sampai akhirnya ia melarikan diri dari cengkraman MAM dan kembali ke Siti Aisyah majikan yang dianggapnya baik. Romana menceritakan lah semuanya kepada Siti Aisyah. Aisyah pun membawa Romana ke polisi Diraja Malaysia dan dibawalah Romana ke Konjen RI.
"Saat ini Romana masih ditampung shelter Penang Malaysia, disana untuk menjalani sidang majikannya dari Cina dan MAM sebagai agennya," katanya.

Monday, December 2, 2013

Indonesia dan Malaysia Sepakat Percepat Negosiasi Batas Wilayah


Indonesia dan Malaysia Sepakat Percepat Negosiasi Batas Wilayah Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nicolas Timothy/rilis
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia, bersepakat mempercepat negosiasi penetapan batas wilayahnya masing-masing.
Hal itu, seperti yang disampaikan melalui siaran pers yang diterima redaksi Tribunnews.com, merupakan satu dari sekian kesepakatan dalam pertemuan ke-13 Komisi Bersama Indonesia- Malaysia yang dimpimpin kedua menteri luar negeri, Senin (2/12/2013).
Dalam siaran pers itu disebutkan, kedua menteri luar negeri sepakat mempercepat negosiasi batas darat maupun maritim Indonesia dan Malaysia.
Selain masalah perbatasan, pertemuan itu juga menyepakati untuk mencapai neraca perdagangan yang lebih berimbang. Indonesia dan Malaysia juga sepakat bekerja sama mempromosikan minyak kelapa sawit di pasar global.
Sementara dalam bidang sosial dan budaya, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama menyediakan akses pendidikan kepada warga keturunan Indonesia yang bermukim di Sabah, Malaysia.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas persiapan Annual Consultation ke-10 antara kedua kepala pemerintahan kedua negara yang rencananya digelar pada 19 Desember 2013, di Jakarta.

Friday, November 22, 2013

Polisi Indonesia-Malaysia Bahas Pemberantasan Kejahatan Perairan

Nunukan (Antara) - Kepolisian Air Polda Kalimantan Timur, Indonesia, dan Polisi Maritim Sabah, Malaysia, membahas upaya pemberantasan kejahatan yang sering terjadi di tapal batas perairan kedua negara di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Direktur Polair Polda Kaltim Kombes Polisi Bustomy Sanap SH,MBA, di perbatasabn perairan Indionesia-Malaysia, Jumat, menjelaskan pertemuan ini untuk membahas tindak kriminal atau kejahatan yang terjadi di perbatasabn perairan kedua negara.
Ia menegaskan, pemberantasan kejahatan di perbatasan perairan kedua negara dibutuhkan komitmen atas skala prioritas aparat kepolisian Indonesia dengan Malaysia.
"Jadi kami (polisi air Polda Kaltim dengan Maritim Sabah Malaysia) telah sepakat untuk memberantas tindak kejahatan yang seringkali terjadi di perbatasan perairan Tawau dengan Nunukan ini," sebut Bustomy Sanap kepada wartawan.
Menurut Bustomy, pemberantasan tindak kejahatan di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia dibutuhkan komitmen bersama sehingga digelar pertemuan aparat kepolisian air kedua negara.
Pada pertemuan yang dimulai sekitar pukul 16.30 Wita di perbatasan perairan Tawau-Nunukan itu disepakati dua tindak kejahatan yang dipriotaskan yakni pemberantasan narkotika dan penyelundupan orang.
Selama ini, lanjut dia, narkotika yang diamankan aparat kepolisian dan TNI AD di Kabupaten Nunukan semuanya dipasok dari Malaysia dan penyelundupan orang ke Malaysia berasal dari Indonesia.
"Kami butuhkan komitmen aparat kepolisian air kedua negara tetangga dengan dua skala prioritas yaitu masalah narkotika dan penyelundupan orang," tegas Bustomy Sanap.
Pertemuan seperti ini rutin dilaksanakan oleh aparat kepolisian air kedua negara yang sebelumnya digelar di Kota Kinabalu Sabah, kata LO Konsulat RI Tawau, Kompol Fibri Karpiananto yang turut hadir pada pertemuan tersebut.
Ia mengatakan, pertemuan tersebut difasilitasi oleh Konsulat RI Tawau dan dijadikan program rutin setiap bulan atau disesuaikan dengan keadaan dari aparat kepolisian air Polda Kaltim dan Negeri Bagian Sabah secara bergantian.(fr)

Sunday, November 17, 2013

Indonesia-Malaysia Bahas Kedaulatan Pangan Bersama

Bogor (Antara) - Asosiasi Profesor Indonesia (API) dan Majelis Profesor Negara Malaysia (MPN) menggelar pertemuan forum ilmiah membahas mengenai kedaulatan pangan dan pertanian bersama yang digelar di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin.
"Indonesia dan Malaysia menghadapi permasalahan yang sama di sektor pertanian, berangkat dari itu pertemuan Forum Ikatan Profesor Indonesia-Malaysia (IPIMA) ini digelar," kata Profesor Ari Purbayanto, Sekretaris Dewan Guru Besar IPB.
Profesor Ari mengatakan, pertanian masih memegang peranan sangat penting dalam pembangunan di Indonesia dan Malaysia. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduknya bekerja dan menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian.
Permasalahan yang sama dihadapi Indonesia-Malaysia yakni bagaimana membuat pertanian sebagai usaha yang menarik sehingga dapat mengurangi terjadinya migrasi penduduk dari desa ke kota dan sekaligus menjaga agar sumber daya alam dan kearifan lokal.
"Hal penting lainnya yang sekarang menjadi kekhawatiran dunia khususnya Indonesia dan Malaysia adalah masalah kedaulatan pangan dan ketahanan pangan," ujar Profesor Ari.
Profesor Ari menjelaskan, API dan MPN adalah bagian dari masyarakat yang sangat peduli dan terus melakukan upaya agar prinsip pertanian berkelanjutan tetap menjadi basis pembangunan pertanian yang sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani di perdesaan.
Dikatakannya, terkait isu tersebut, IPIMA bersepakat mendeklarasikan serangkaian program aksi di antaranya pertukaran ilmuwan seperti dosen, peneliti dan mahasiswa.
"Akan ada konferensi bersama, dan kerja sama penelitian terutama terkait isu-isu yang urgen seperti perubahan iklim, pengembangan teknologi, sosial, ekonomi dan lainnya," ujar Profesor Ari.
Ia menjelaskan forum IPIMA 2013 merupakan implementasi dari salah satu program aksi yang disepakati yang mengangkat tema "Pertanian dan Kedaulatan Pangan di Indonesia dan Malaysia".
Forum berlangsung selama dua hari yakni 18-20 November yang mengundang semua kalangan, termasuk kalangan non pertanian untuk bersam-sama memikirkan permasalahan pertanian dan pangan dari berbagai sudut pandang.
Selain ketahanan dan kedaulatan pangan, dalam forum ini juga dibahas topik perkebunan dengan isu pokok yang menjadi pembahasan lingkungan, pasar, sumber daya manusia dan industri hilir.
"Forum IPIMA 2013 dirancang dengan tujuan, mengidentifikasi situasi pertanian dan ketahanan pangan serta kedaulatan pangan di Indonesia Malaysia, mengidentifikasi kemungkinan ketersediaan pangan bersama, faktor-faktor yang mengancam ketersediaan dan keamanan pangan bersama serta merancang tindakan aksi bersama untuk menangani isu pertanian dan ketahanan pangan untuk menjamin penghidupan yan mapan dan lestari," kata Profesor Ari.
Ia menambahkan kehadiran para profesor dan akademis dari ke dua negara sebanyak 85 orang profesor dan akademis dari Malaysia dan lebih dari 100 orang profesor dan akademis dari beberapa universitas di Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka merumuskan solusi terhadap permasalahan pertanian dan pangan ke dua negara, sehingga tujuan forum tercapai.
"Selain pertanian, forum ini juga membahas berbagai isu dan permasalahan pembangunan, energi, lingkungan, kesehatan, ketenaga kerjaan, ekonomi, politik, pendidikan dan bidang-bidang kehidupan lainnya," kata Profesor Ari.(rr)

Saturday, November 9, 2013

Lokasi Jatuh Heli Nahas Susah Dijangkau

Lokasi Jatuh Heli Nahas Susah Dijangkau
"Baru saja kami berangkatkan anggota Tim SAR di lokasi kejadian. Mereka kami berangkatkan dengan menumpang helikopter pinjaman dari Pertamina," kata Pangdam kepada Tribun Kaltim.
Menurut Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, untuk mencapai lokasi kejadian tidak ada jalan lain kecuali melalui udara. "Kalau lewat sungai bisa memakan waktu tiga hari tiga malam dan itupun sungainya sangat berbahaya untuk dlintasi. Untuk itu kami pinjam heli dari Pertamina," tuturnya.
Dalam rombongan Tim SAR itu, diikutsertakan juga tim medis dan prajurit TNI yang akan mengamankan TKP.
Seperti diberitakan, heli nahas itu sempat terbakar beberapa detik setelah jatuh saat hendak landing di helipad. "Penyebabnya bisa jadi karena cuaca yang kurang baik," tutur Pangdam. (Bec)

20 Penumpang Heli Nahas Tewas?

 Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Purnomo Susanto
20 Penumpang Heli Nahas Tewas?TRIBUNNEWS.COM, MALINAU - 20 penumpang helikopter jenis M117 milik TNI ditengarai tewas usai jatuh di kawasan hutan Malinau, Kalimantan Utara. Informasi yang diperoleh Tribun Kaltim (Tribun Network), sepuluh orang diantaranya merupakan masyarakat sipil yang hendak membantu pembangunan pos Pamtas Bulan. Sementara, delapan orang di antaranya merupakan anggota TNI Zeni dari Tarakan.
Untuk diketahui, heli tersebut berangkat dari Bandara Juwata Tarakan menuju Malinau. Sekitar pukul 11.45 WITA, helikopter tersebut hilang kontak dengan Bandara Juwata Tarakan.
Sebelumnya, sekitar 20 penumpang pesawat heli MI milik pusat penerbang TNI Angkatan Darat, sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Menurut Kapendam VI Mulawarman Kol TNI Legowo, heli tersebut mengalami musibah saat hendak mendarat di helipad yang ada di Malinau, Kalimantan Utara.
"Kita masih mencari informasi bagaimana nasib kru dan para penumpang heli. Yang jelas heli ini jatuh saat hendak mendarat di helipad. Tiba tiba helikopter mengalami oleng dan akhirnya jatuh," kata Legowo.
Pangdam VI Mulawarman, Dicky Wainal Usman, saat ini masih berada di Tarakan untuk memimpin evakuasi.
Menurut Kol Legowo, heli tersebut berangkat dari Bandara Juwata, Tarakan sekitar pukul 09.00 menuju Malinau. Heli naas itu mengangkut bahan bangunan untuk pembuatan Pos prajurit. "Heli itu sudah delapan kali terbang kesana. Selama ini tidak ada masalah," tuturnya.
Tim SAR sampai saat ini sedang berusaha menuju TKP. Sejumlah perwira TNI hingga berita ini diturunkan, masih berada di Tarakan.

Wednesday, November 6, 2013

Kata Anwar soal Harta, Tahta, Wanita, dan Narkoba di Malaysia


Kata Anwar soal Harta, Tahta, Wanita, dan Narkoba di Malaysia"Di Malaysia bahkan ada hal yang lebih parah. Tetapi, karena di Malaysia hal ini tidak diliput media, jadi semuanya tampak baik. Kalaupun ada satu, dua, dilepaskan,” kata Anwar seusai memberi kuliah umum "Promoting Democracy and Human Rights in Southeast Asia: Challenges and Prospects” di Universitas Indonesia, Rabu, 6 November 2013.
Dalam kuliah umumnya, Anwar juga mengungkapkan, jika terjadi kasus kejahatan yang dilakukan penguasa, pengadilan yang digelar hanyalah sekadar formalitas. Dia menyebut satu kasus pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun yang dilakukan oleh empat orang dewasa di Malaysia.
Keempatnya kemudian diadili dan dihukum memotong rumput. Hukuman tersebut menuai kemarahan dan kecaman dari media dan lembaga swadaya masyarakat di sana dan tampaknya akan ditinjau kembali kasusnya.
NATALIA SANTI